RSS

15 Feb


Usaha Ternak Sapi Dilirik
Kucuran Kredit Rp 145 Miliar/Tahun

SURABAYA – SURYA – Kredit Usaha Pemilikan Sapi (KUPS) sebesar Rp 145 miliar akan dikucurkan pemerintah setiap tahunnya. Program ini diharapkan bisa mempercepat perkembangan industri peternakan sapi di Tanah Air.

Menurut Dirjen Peternakan Departemen Pertanian Tjeppy D Soedjana, bantuan untuk para peternak sapi berupa KUPS sudah dimulai sejak 1,5 tahun silam. Tahun ini program ini akan kembali diluncurkan Desember untuk program kredit 2010.

”Akan ada subsidi bunga, petani cukup bayar bunga 5 persen. Sisanya dibayar pemerintah. Dari Rp 145 miliar, diperkirakan bisa memberikan 200.000 ekor induk sapi. Diharapkan, 20 persen berupa sapi perah, sisanya sapi potong,” terang Tjeppy, seusai seminar Mendorong Peningkatan Usaha Pembibitan Sapi Menuju Swasembada Daging Nasional di Bank Jatim, Surabaya, Kamis (10/12).

Untuk pengucuran kredit itu, Tjeppy mengatakan, pihaknya telah menggandeng perbankan di antaranya, BRI, Bukopin, BNI, Mandiri, serta beberapa BPR. Ia menuturkan, minimal di 2014, peternak bisa memenuhi sendiri bibit ternak sapinya, terutama jenis sapi potong atau pedaging.

Saat ini sudah ada tiga kelompok yang akan mengakses KUPS pada akhir tahun ini, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Lampung. “Para peternak yang ingin mengakses KUPS tidak boleh perusahaan sendiri. Harus perusahaan bermitra, koperasi, atau kelompok peternak,” ujar Tjeppy.

Sementara, Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) BNI di tingkat pedesaan, juga masih akan fokus pada pengucuran kredit pengembangan ternak sapi dan tanaman tebu. Ini karena keduanya memiliki potensi cukup besar hingga beberapa tahun mendatang.
“Serapan KKPE cukup tinggi. Untuk 2009 sekitar Rp 150 miliar kita kucurkan ke petani tebu, sedang Rp 7 miliar untuk peternak sapi,” kata Lilik Eka, Pemimpin Unit Kredit BNI Wilayah Jombang, Kamis (10/12).

KKPE ini lebih banyak terserap ke masyarakat pesedaan sekitar Jombang dan Mojokerto. “Untuk peternak sapi baru terserap Rp 5 miliar. Tiap peternak maupun petani bisa mendapat kredit maksimal Rp 50 juta,” lanjutnya.

Bunga pinjaman KKPE yang ditawarkan cukup rendah, untuk petani tebu 7 persen dengan penjamin (avalis) PTPN. Sedang bunga ke peternak sapi hanya 6 persen. Pada 2010, rencananya KKPE BNI khusus peternak sapi akan dikucurkan lagi hingga Rp 10-12 miliar.

Dilirik BUMN
Kepala Bidang PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan) PTPN X Wasis Pramono mengatakan, PTPN X saat ini juga melirik pengembangan peternak sapi.
“Mulai awal Desember, PTPN X mengucurkan dana ke peternak sapi Rp 1,5 miliar. Selain potensinya bagus, harga lebih stabil atau tidak fluktuatif, sehingga bisa menekan kredit macetnya,” sambungnya.

Untuk pinjaman kredit ke peternak sapi ini bunga yang ditawarkan hanya 6 persen per tahun. Tiap kelompok yang beranggotakan 6-10 orang diberikan kredit sampai Rp 250 juta. “2010, Dana PKBL ditargetkan tumbuh Rp 250-300 miliar,” sambungnya. sda/ame

Sumber: http://www.surya.co.id
Image : http://4.bp.blogspot.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 15, 2010 in Berita Ternak

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: