RSS

USAHA SAPI POTONG

14 Feb

ternak-sapi

sumber: edypras.wordpress.com

USAHA SAPI POTONG DAN CARA PEMELIHARAANNYA

Beternak sapi potong merupakan usaha yang sangat menarik. Selain untuk memenuhi permintaan pasar daging yang masih belum erpenuhi, juga untuk mendorong timbulnya industri lain yang berbahan baku daging, kulit tulang dan bahan ikutannya.

Dampak positif dari usaha peternakan sapi potong, antara lain adalah:

• Membuka kesempatan berusaha dan peningkatan usaha agribisnis terpadu serta membuka kesempatan kerja.

•   Menggerakan perekonomian wilayah dan meningkatkan pendapatan peternak.

Usaha peternakan sapi potong di Indonesia telah lama dikenal masyarakat. Agar usaha ini dapat memberikan keuntungan yang optimal bagi pemiliknya maka perlu diperhatikan beberapa hal yang menyangkut Manajemen pemeliharaan ternak sapi potong, antara lain:

1. Seleksi Bibit

a. Pejantan: Seleksi menyangkut kesehatan fisik, kualitas semen dan kapasitas servis.

b. Betina: Seleksi menyangkut kondisi fisik dan kesehatan, kemiringan vulva tidak terlalu keatas, mempunyai puting 4 buah, bentuk ambing relatif besar dengan bentuk yang simetris.

2. Pakan

Pakan untuk ternak sapi potong dapat berupa Hijauan (rumput, kacang-kacangan dan limbah pertanian), konsentrat (dedak padi, onggok, ampas tahu) dan makanan

tambahan (vitamin, mineral dan urea).

Secara umum jumlah makanan yang diberikan untuk seekor sapi setiap hari adalah sebagai berikut :

– Hijauan : 35 – 47 Kg, atau bervariasi menurut berat dan besar badan.

– Konsentrat : 2 – 5 kg

– Pakan tambahan : 30 – 50 gr.

3. Kandang

a. Syarat Kandang

– Bahan kandang dari kayu/ bambu serta kuat

– Letak kandang terpisah dari rumah dan jaraknya cukup jauh

– Lantai dari semen/tanah yang dipadatkan, dan harus dibuat lebih tinggi dari tanah sekitarnya.

– Ventilasi udara dalam kandang harus baik.

– Drainase di dalam dan luar kandang harus baik.

b. Ukuran kandang

– Sapi betina dewasa 1,5 X 2 m/ekor

– Sapi jantan dewasa 1,8 X 2 m/ekor

– Anak sapi 1,5 X 2 m/ekor

4. Sistem Perkawinan

a. Hand Mating,Kawin alam yang teratur dimana sapi betina birahi dibawa ke tempat pejantan untuk dikawinkan atau di IB.

b. Pasture Mating Jantan dan betina kawin alam di padang pengembalaan

c. Mengetahui Tanda Birahi, tanda-tanda birahi yaitu ; selalu gelisah, mencoba menaiki sapi lain, vulva membesar dan kemerahan serta keluar cairan lendir, nafsu makan menurun.

d. Mengetahui Tanda-tanda Melahirkan, Tanda melahirkan seperti urat daging sekitar vulva mengendor, dikiri kanan pangkal ekor kelihatan legok, ambing membesar dan tampak tegang, sapi

gelisah dan lain-lain.

5. Kesehatan Hewan, Tindak pencegahan :

a. Hindari kontak dengan ternak sakit

b. Kandang selalu bersih

c. Isolasi sapi yang di duga kena penyakit agar tidak menular ke sapi yang lain

d. Mengadakan tes kesehatan, khususnya penyakit Brucellosis dan Tuberculosis.

e. Desinfektan kandang dan peralatan

f. Vaksinasi teratur.

Sumber :

–  Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Penanaman Modal.

–  Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat.

–  http://disnak.jawatengah.go.id

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 14, 2010 in Dunia Ternak

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: