RSS

Sapi Impor

12 Feb

Sapi Impor Terus Berdatangan
Peternak Resah
KAJEN – Meski sempat diprotes, sapi impor terus berdatangan di Kabupaten Pekalongan. Beberapa truk sapi impor berdatangan di
kandang sapi yang terletak di Perumahan Wira Baru, Wiradesa.

Kehadiran sapi-sapi impor itu meresahkan para peternak sapi lokal. Mereka khawatir itu akan menyingirkan para peternak sapi.
”Kalau harus bersaing kami tentu kalah karena mereka punya duit banyak,” tutur Wahdi (40), peternak asal Kajen.

Dia minta Pemkab melindungi para petenak dan tidak membebaskan sapi impor masuk. Hal senada disampaikan Suratno (50), peternak asal Doro. Kalau sapi impor dijual lebih murah, pasti lama-lama para peternak sapi lokal akan tersingkir dan kalah.

Dari pantauan Suara Merdeka di lokasi penampungan sapi impor di Wiradesa, hingga kemarin sapi impor masih berdatangan.
Biasanya beberapa truk datang tiap malam.

Salah seorang karyawan di peternakan sapi impor Iswanto mengatakan, sapi impor yang dikelola itu merupakan hasil bantuan dari pemerintah pusat, sehingga mengenai izin dan lainnya pihaknya tak mengetahuinya.

Dia mengakui keberadaan kandang sapi impor di Perum Wirabaru sempat menjadi perhatian warga. Bahkan, telah melakukan aksi protes untuk menutup paksa kandang tersebut.

“Namun, masalah itu sudah kami selesaikan, pengelolaan kotoran sapi impor sudah kami perbaiki, sehingga hal demikian tidak menjadi persoalan bagi warga,” ujarnya.
Belum berizin Pengelolaan sapi impor di Perum Wirabaru, Kecamatan Wiradesa diakui memang belum mengantongi izin. Pihak pengelola hanya mengontrak tempat atau kandang sapi saja. “Sedangkan masalah perizinan kami serahkan kepada pemilik tempat,” ungkapnya.

Nantinya kandang akan pindah ke Kecamatan Bojong, karena tempat itu sudah berizin dan mendapatkan hak untuk mengelola sapi dari Benua Australia tersebut.

Bupati Pekalongan Hj Siti Qomariyah saat dikonfirmasi mengungkapkan, izin yang dikeluarkan Pemkab hanya sebatas pembibitan.

Adapun untuk peternakan, pihaknya hingga kini belum mengeluarkan izin.

“Pemkab hanya mengeluarkan izin untuk pembibitan, bukan ternak,” tandasnya.(gu,G16-55)

sumber: http://suaramerdeka.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 12, 2010 in Berita Ternak

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: