RSS

karamba ikan mas tidak cocok di rawa pening

03 Feb

ikan mas tidak direkomedasi untuk di budiyakan di karamba rawa pening
Common Carp are not recommended for introduction

Ikan mas/tombro/waderbang/bader (Cyprinus carpio)pada umumnya dipelihara di karamba sungai maupun di danau pada umumnya di berbagai tempat di Jawa. Budidaya jenis ikan mas menggunakan karamba di rawa pening tidaklah cocok, kenapa?

Budidaya ikan mas di rawapening dengan karamba akan meningkatkan kandungan organik dalam air yang memperkeruh air. Hal ini akan mempengaruhi kemampuan sinar matahari untuk menembus air dan mengurangi intesitas fotosintesis ganggang dan tumbuhan air lainnya, sehingga mengarah ke penurunan produktifitas rawa, dimana kandungan oksigen air rawa yang disuplay dari alga dan tumbuhan rawa seperti Hydrilla otomatis akan berkurang. Produktivitas sejumlah species juga akan terganggu, dan juga budidaya karamba ikan mas ini akan menghilangkan sumber makanan di bawah atau didasar rawa sekitar karamba. Akan banyak sisa makanan karamba yang jatuh ke dasar rawa, makanan sisa yang tidak terkonsumsi menyebabkan pembusukan, meningkatkan suspensi yang memperkeruh dan mengurangi akses mahatari ke dasar rawa dan ini merupakan sebab utama penurunan oksigen dirawa.

ikan mas termasuk ikan yang membutuhkan oksigen continyu siang dan malam, sementara di rawapening, tinggkat oksigen dimalam hari akan mendekati 0. (baca tulisan bulan november ‘PERANG enceng gondok vs ganggang rawapening’).
Alasan lain adalah; rawapening pada umumnya dangkal, tidak seperti di waduk Jatiluhur misalnya, karamba di Waduk Jatiluhur umumnya bertingkat, permukaan sama misalnya 7 X 7 meter, tapi jaringnya tingkat 2, jaring yang atas dalamnya 7 meter, sedangkan jaring yang bawah dalamnya 15 meter. Metoda ini efektif, karena pelet keras yang dimuntahkan ikan di jaring atas akan jatuh ke jaring bawah dan dimakan ikan di jaring bawah (ini ceritanya kurekam dari Aries Barlianto Nugroho juragan karamba Jatiluhur waktu iseng jadi tukang picking seismik di pertamina klayan cirebon). Hal ini menjelaskan kenapa ketika dipanen, ikan di jaring bawah lebih besar dari pada ikan dijaring atas. Sementara di rawa pening rata rata kedalaman kurang dari 3 meter……. jaring karambanya tidak bisa di buat tingkat, sehingga akan banyak sisa makanan yang membusuk mengendap dibawah karamba……. piye jal mbul… ternak manuk peruk wae po?

sumber : http://rowopening.blogspot.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 3, 2010 in Semua Kategori

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: