KOLAM TERPAL

Membuat Kolam Terpal Pendederan Ikan Patin
Ditulis oleh Newsroom
Selasa, 04 Mei 2010 04:30

kolam terpal untuk budi daya ikan patin sebetulnya tidak sulit. Apalagi bagi Anda yang sebelumnya sudah pernah melakukan budi daya lele dumbo di kolam terpal. Prinsip dan cara pembuatannya sama. Hal yang perlu dipertimbangkan justru seberapa besar jenis usaha yang akan dilakukan. Apakah mau bergerak di subsistem pendederan, subsistem pembesaran, atau subsistem pendederan sekaligus dilanjutkan dengan subsistem pembesaran.

Pembuatan kolam terpal untuk pendederan I dan II relatif sama. Bedanya pada penempatannya saja. Kolam terpal untuk pendederan I biasanya ditempatkan di dalam ruangan tertutup, sedangkan kolam terpal untuk pendederan II ditempatkan di areal terbuka. Untuk itu, perancangan dan penyiapan kolam terpal pendederan I harus disesuaikan dengan kondisi dan luas ruangan yang tersedia. Berikut urutan kegiatan pembuatan kolam terpal untuk pendederan I.

1. Siapkan delapan buah kayu jenis kaso yang telah diserut, dengan perincian empat buah kayu dipotong berukuran 2 meter dan sisanya 1 meter. Potongan kayu kaso ini digunakan untuk menyatukan semua tiang, sehingga membentuk kolam empat persegi panjang. Untuk menyatukan semua kerangka tadi, gunakan paku berukuran 7—9 cm. Agar plastik tidak langsung bersentuhan dengan tanah, sebaiknya posisi bak ditinggikan 5 cm dari tanah.

2. Rapatkan bambu ke semua kerangka dinding dan dasar kolam menggunakan paku. Namun, usahakan bambu tidak pecah.

3. Setelah selesai, pasang plastik terpal secara hati-hati agar tidak ada yang bocor. Rapatkan terpal ke dalam dan dasar kerangka, lalu lipat bagian sudutnya. Namun, pemasangan harus rapi agar tidak ada plastik yang mengerut.

4. Agar posisi plastik tidak berubah-ubah, jepit terpal menggunakan bilah bambu di bagian atas dinding kerangka. Setelah selesai, isi bak dengan air sebanyak dua per tiga dari total tinggi bak, lalu diamkan selama sehari. Jika terjadi kebocoran yang tidak terlalu besar, penanggulangannya dapat dilakukan dengan menambal terpal menggunakan lem plastik. Namun, jika tidak terjadi kebocoran, kolam terpal bisa digunakan.

Setelah semuanya selesai, Anda tinggal melengkapi seluruh persiapan budi daya, mulai dari bibit, pakan, peralatan pendukung, dan tentu saja ilmu yang mencukupi. Pembekalan wawasan sangat diperlukan sekali dan sangat menunjang kesuksesan usaha budi daya patin.

Jika Anda masih kekurangan informasi seputar budi daya patin. Anda bisa mendapatkannya di dalam buku yang kami terbitkan, “Petunjuk Praktis Budi Daya Patin di Kolam Terpal” yang ditulis oleh H. Khairuman SP & Khairul Amri SPi, MSi.

Di dalam buku ini dibahas secara rinci, praktis, dan mudah dipahami tentang membangun usaha budi daya patin mulai dari tahap pembuatan kolam, persiapan, perawatan, hingga pemanenan. Selamat berkarya!

http://www.agromedia.net

About these ads

8 Komentar »

  1. Ramos Said:

    Numpang tanya mas/mba, untuk kolam terpal ini bisa melihat contohnya dimana ya? Bisa ga meninjau ke lokasi percontohan?

    Lokasi saya di Jakarta. Kalau ada lokasi di seputar Jakarta, atau keluar kota sedikit mohon informasi nya ya

    Bermaksud untuk mengunjungi

    Terima Kasih, Ramos

    • wongkebon Said:

      Terima Kasih,
      Pak/Mas,Ramos

      untuk wilayah Jakarta dan sekitar saya belum pernah melihat langsung,
      tapi disekitar ambarawa disana banyak dijumpai budidaya ikan lele yang sebagian masih menggunakan terpal untuk sarana pembibitan, bahkan saya sendiri pernah mencoba membuat kolam terpal walau hasilnya belum maksimal. untuk sekedar coba2 boleh praktek langsung….

      salam sukses & selamat mencoba…

  2. Clarias Sp Said:

    Mantaf banget kolam nya gan, untuk Lele Sangkuriang sepertinya bagus juga tuh, hehe.

  3. mas,,,saya mau tanya’ kalo’ datengin tempat pembibitan di area surabaya/sidoarjo tu dimana ya,,,cz saya pengen mempelajarinya lebih Lanjut,,ocey?

    plis..beri tau jga rinciannya ya

  4. nur sidiq Said:

    Mas, kalo tuk pembudidayaan sih mudah,yang saya keluhkan yaitu pasca panen atau pemasaran, mohon kasih tips serta saran mengenai pascapanen dan pemasarannya! Makasih gan

    • wongkebon Said:

      sy sangat setuju!
      banyak teman2 gak jadi usaha budidaya lele karna gak ada pembelinya…
      kalopun ada harganya anjlok gak balik modal buat bibit + pakan.
      untuk saat ini yang masih bertahan cuma teman2 yg usahanya sampingan, jadi lele dibiarkan sampai besar dengan cari makan sendiri.
      biasanya modal bibit habis lebaran dan dibiarkan sampai ramadhan berikutnya baru dipanen sesuai permintaan

  5. prastia dwi Said:

    untuk membesarkan ikan lele bisa gak mas
    mohon solusinya mas untuk pembesaran ikan lele maklum maw coba oba

    • wongkebon Said:

      sangat mungkin untuk pembesaran.
      untuk awal selain persiapan tempat dan bahan yg dibutuhkan, lihat kondisi lingkungan jika tidak memungkinkan tambah dengan jaring untuk menutupi bagian atas persiapan menghindari serangan burung dan pemangsa lain.


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: